radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 6 September 2026

Atasi Kebakaran Hutan, Pesawat BNPB Dikerahkan untuk Modifikasi Cuaca

RadarTimur.id, Tobelo — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mendapat dukungan dari udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan pesawat untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mendukung penanganan karhutla di wilayah Maluku Utara, termasuk Halut.

Informasi mengenai operasi tersebut diterima Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, dari BNPB Pusat melalui laporan resmi, Sabtu (5/9/2026).

BNPB menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL dalam operasi tersebut. Pesawat melakukan penyemaian bahan semai pada wilayah yang menjadi sasaran operasi, dengan harapan dapat mendukung pembentukan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

Bupati Piet mengatakan, setelah operasi udara dilaksanakan, tim di darat diminta memperketat pemantauan visual untuk melihat perkembangan kondisi atmosfer, terutama pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Operasi udara ini langsung direspons dengan instruksi pengetatan pantauan visual dari darat untuk melihat efektivitas dari sebaran bibit hujan tersebut, terutama deteksi pembentukan awan konvektif,” ujar Bupati Piet.

Operasi tersebut melibatkan Capt. Meilda sebagai pilot bersama First Officer Jeremy. Sementara Flight Scientist terdiri dari Fadli dan Riani, sedangkan kegiatan penaburan dilakukan Wahyu dan Aljan. Misi operasi berpusat di Ternate dengan cakupan wilayah Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai.

Di tengah penanganan titik api di kawasan Dusun Keke, Kecamatan Tobelo Barat, personel gabungan kemudian mengamati perubahan kondisi langit. Awan gelap mulai terbentuk di atas wilayah terdampak dan suara guntur terdengar beberapa kali.

“Dari hasil pantauan kami saat melakukan pemadaman di Dusun Keke tadi, awan hitam pekat sudah mulai terbentuk secara merata di atas wilayah terdampak. Tidak hanya itu, suara guntur bahkan sudah terdengar beberapa kali,” ujar salah satu personel di lapangan.

Perubahan kondisi tersebut memberi harapan bagi tim yang masih berjibaku menangani kebakaran. Meski demikian, personel di lapangan tetap melanjutkan pemadaman dan pemantauan karena terbentuknya awan belum dapat dipastikan langsung menghasilkan curah hujan yang cukup untuk memadamkan seluruh titik api.

Tim gabungan masih bersiaga di lokasi sambil memantau perkembangan titik api dan kondisi cuaca setelah pelaksanaan TMC. Hasil pemantauan curah hujan dan kondisi lapangan selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana operasi modifikasi cuaca membantu penanganan karhutla di Halut.(val)