Boki Nita Silaturahmi dengan Warga Tobelo Dalam di Wasile
RadarTimur.id, Haltim — Wali Kolano Kesultanan Ternate, Nita Budi Susanti, bersilaturahmi dengan warga Tobelo Dalam atau yang dikenal sebagai suku Togutil di Desa Toboino, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (15/10/2026).
Kunjungan tersebut diklaim menjadi bagian dari upaya menjalankan wasiat almarhum Sultan Mudaffar Sjah agar masyarakat Tobelo Dalam mendapat perhatian.
Silaturahmi yang berlangsung di kediaman Partada Wasilei, Muhammad Sumi Tukang, itu juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, terutama dampak kemarau panjang terhadap kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat.
Boki Nita mengatakan, kehadirannya di Wasile merupakan pemenuhan undangan Partada Wasilei dan warga Tobelo Dalam.
“Saya ini diundang oleh Partada dan untuk silaturahmi dan menjalankan wasiat almarhum Sultan Mudaffar Sjah untuk memperhatikan saudara-saudara kita dari suku Tobelo Dalam,” ujar Boki Nita.
Menurutnya, masyarakat adat tersebut merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan kehidupan layak serta akses terhadap pelayanan dasar.
Oleh karena itu perhatian terhadap warga Tobelo Dalam perlu menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah, terutama dalam pemenuhan hak atas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai.
“Mereka ini saudara-saudara kita sesama warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan penghidupan yang layak, baik berupa pendidikan maupun layanan kesehatan yang baik,” ungkapnya.
Boki Nita juga berjanji akan berupaya membantu kebutuhan masyarakat sesuai kapasitasnya sebagai Wali Kolano Kesultanan Ternate.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan dampak kemarau panjang yang menyebabkan tanaman pertanian dan perkebunan mengalami kekeringan hingga terbakar.
Musa Katto, tokoh masyarakat Tobelo Dalam, mengatakan, sekitar 40 kepala keluarga tinggal di wilayah tersebut dan kini menghadapi kesulitan akibat kondisi alam.
“Saat ini jumlah penduduk Tobelo Dalam di tempat kami kurang lebih 40 kepala keluarga. Torang kesulitan karena musim kemarau ini, tanaman-tanaman samua so tabakar,” kata Musa.
Dia berharap ada bantuan berupa bibit, pupuk, dan peralatan pertanian agar warga dapat kembali mengolah lahan ketika musim hujan tiba. Bantuan tersebut dinilai penting untuk mendukung pemulihan sumber penghidupan masyarakat yang terdampak kekeringan dan kebakaran lahan.
Sementara itu, Partada Wasilei, Muhammad Sumi Tukang, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai adat seatorang.
Dia juga menyoroti kondisi masyarakat adat yang hidup di tengah kekayaan alam Halmahera, tetapi belum sepenuhnya menikmati kesejahteraan yang memadai.
Kegiatan tersebut dihadiri warga Tobelo Dalam dari Desa Dodaga dan Tukur-Tukur, perangkat adat Kesultanan Ternate, serta perangkat Partada Wasilei. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan adat dan mendorong perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Tobelo Dalam.(ard)

