Banjir Setinggi 70 Cm Putus Akses Dua Kecamatan di Pulau Morotai
RadarTimur.id, Morotai — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan hutan Pulau Morotai sejak dini hari hingga Kamis (1/1/2026) menyebabkan banjir meluap ke ruas jalan raya. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar 70 sentimeter atau setara batas paha orang dewasa, sehingga memutus akses transportasi menuju dua kecamatan.
Warga Desa Gorua Selatan, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, melaporkan banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WIT. Luapan air terjadi di Desa Lifao, Kecamatan Morotai Timur, yang merupakan jalur penghubung utama menuju Kecamatan Morotai Utara dan Morotai Jaya.
Akibat banjir tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Warga yang hendak bepergian maupun melakukan aktivitas ekonomi terpaksa menunggu hingga air surut.
Menurut keterangan warga setempat, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan dengan intensitas tinggi, kawasan tersebut selalu tergenang banjir.
“Kejadian ini sudah sering terjadi kalau hujan besar. Pada Desember 2025 kemarin saja sudah empat kali banjir seperti ini. Warga di dua kecamatan terpaksa menunggu sekitar empat sampai lima jam sampai air surut baru bisa melintas,” ungkap salah satu warga.
Warga menilai banjir dipicu oleh buruknya sistem drainase serta aliran air dari kawasan hutan yang langsung mengarah ke badan jalan tanpa pengendalian yang memadai.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
“Kami berharap pemerintah segera turun meninjau langsung lokasi banjir di Desa Lifao dan mencari solusi permanen, karena ini jalur vital transportasi masyarakat,” harap warga.(ksm)

