radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 17 Februari 2026

Buka Jalan ke Desa Doitia, Pemda Halut Kerahkan Dua Ekskavator

RadarTimur.id, Halut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) memobilisasi alat berat ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kecamatan Loloda Utara guna membuka kembali akses jalan darat menuju wilayah terdampak, khususnya Desa Doitia.

Mobilisasi alat berat tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi Ahmad, pada Senin (19/1/2026) pagi, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan bencana sekaligus kelancaran distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad mengatakan, hingga saat ini penyaluran bantuan masih mengalami sejumlah hambatan akibat akses jalan darat yang tertimbun material longsor dan banjir. Kondisi tersebut menyulitkan tim penanggulangan bencana untuk menjangkau lokasi terdampak.

“Sejauh ini mobilisasi bantuan hanya bisa dilakukan melalui jalur laut. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala dalam penyaluran bantuan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pertimbangan teknis, lanjut Kasman, jalur darat dinilai masih memungkinkan untuk dibuka kembali. Karena itu, pemerintah daerah memutuskan menurunkan alat berat guna membuka akses jalan alternatif menuju lokasi bencana.

“Alat berat ini disiapkan untuk membuka akses jalan darat. Sasaran utama adalah Desa Doitia. Namun sebelumnya akan berhenti di Desa Tate untuk melakukan pembersihan dan penataan ruas jalan yang terdampak, setelah itu baru dilanjutkan ke Doitia sebagai sasaran terakhir,” jelasnya.

Kasman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus melakukan penanggulangan bencana secara masif dengan melibatkan seluruh unsur terkait sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.

“Kami juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar tugas kemanusiaan ini dapat segera diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Utara, Wiliam Jesayas, menyampaikan bahwa target pembersihan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi bencana diperkirakan rampung dalam waktu tiga hari.

“Pekerjaan ini akan dilakukan dengan mengerahkan dua unit ekskavator,” pungkasnya.(kro)