WKRI Cabang Santa Maria Tobelo Diapresiasi Pemkab Halut pada Hari Peduli Sampah Nasional 2026
RadarTimur.id, Halut – Keikutsertaan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Maria Tobelo dalam kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Sabtu (28/02/26) di Pelabuhan Tobelo, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, melalui Sekretaris Daerah E. J. Papilaya, menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif WKRI dalam mendukung gerakan nasional peduli lingkungan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sekda Papilaya secara khusus mengapresiasi keterlibatan WKRI Santa Maria Tobelo yang dinilai menunjukkan komitmen nyata organisasi perempuan dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia HPSN 2026 yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara, Yudhiahart Noya. Yudhiahart memberikan penghargaan atas partisipasi aktif WKRI dan berharap organisasi tersebut terus mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di daerah.
“WKRI sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan di Halut diharapkan dapat terus aktif dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC WKRI Santa Maria Tobelo, Fertyani Seng, di sela-sela kegiatan pembersihan sampah mengatakan bahwa WKRI memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat bersama seluruh elemen masyarakat dalam pengabdian sosial.
Menurutnya, keterlibatan dalam aksi peduli sampah merupakan bagian dari implementasi visi organisasi dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
Sekretaris DPC WKRI, Margareth Louw, menambahkan bahwa visi WKRI adalah menjadi organisasi perempuan yang mandiri, aktif secara sosial, memiliki kekuatan moral serta kemampuan handal demi kesejahteraan bersama dan tegaknya harkat serta martabat manusia, “Pengabdian masyarakat dan pelestarian lingkungan menjadi salah satu misi utama WKRI,” tuturnya.
Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 di Pelabuhan Tobelo sendiri berlangsung meriah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga warga setempat yang bersama-sama melakukan aksi bersih lingkungan.(kro)

