radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 5 Juli 2026

Setahun Kepemimpinan Piet–Kasman, PAD Halut Bergerak Naik

RadarTimur.id, Halut – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan tren peningkatan dalam setahun kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Halut, Andris Kbarek, mengatakan pergerakan PAD mulai terlihat setelah pemerintah daerah melakukan penataan sistem pengelolaan pajak serta pemetaan potensi pajak yang sebelumnya belum tergarap secara optimal.

Menurut Andris, sejak dilantik sebagai Kepala Bapenda pada 7 Agustus 2025, pihaknya terlebih dahulu melakukan penataan internal selama tiga bulan pertama, mulai dari pembenahan administrasi hingga penataan personel di lingkungan Bapenda.

Selanjutnya, Bapenda melakukan pendataan objek pajak secara menyeluruh, termasuk verifikasi dan pemutakhiran data pada November hingga Desember 2025. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penetapan wajib pajak pada akhir Februari 2026.

“Pada tahap penetapan wajib pajak, kami turun langsung ke lapangan. Dari situ terlihat masih banyak potensi pajak di Halut yang sebelumnya belum terdata dan belum digali secara optimal,” kata Andris, kemarin.

Meski proses penagihan belum berjalan penuh, hingga 28 Februari 2026 realisasi PAD Halut telah mencapai 5,8 persen dari target triwulan pertama sebesar 15 persen. Pendapatan tersebut berasal dari sejumlah objek pajak rutin seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak air tanah, dan sumber penerimaan lainnya.

Bapenda menargetkan penerimaan PAD sepanjang tahun dibagi dalam empat tahap, yakni triwulan I sebesar 15 persen, triwulan II sebesar 30 persen, triwulan III sebesar 30 persen, dan triwulan IV sebesar 25 persen. Penagihan kepada seluruh wajib pajak dijadwalkan mulai berjalan pada awal April 2026.

Selain itu, Bapenda juga bekerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara untuk menghadirkan sistem pembayaran pajak berbasis digital guna memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi penerimaan daerah.

Andris menilai, di tengah tekanan pembayaran utang lama daerah, kepemimpinan Piet–Kasman mampu menjaga stabilitas keuangan daerah sehingga PAD tetap bergerak naik.

“Komitmen pimpinan daerah dalam meningkatkan PAD cukup kuat, tinggal ditindaklanjuti oleh dinas-dinas teknis agar potensi daerah bisa dimaksimalkan,” pungkasnya.(kro)