radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 31 Mei 2026

RY Perkuat Konsolidasi Dunia Usaha Jelang Kontestasi KADIN Maluku Utara

RadaraTimur.id, Ternate — Langkah Rusdi Yusup (RY) menuju kontestasi Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara (Malut) kian terlihat serius.

Setelah membangun komunikasi dengan berbagai tokoh dan pelaku usaha di daerah, RY kini memperluas konsolidasi dengan sejumlah asosiasi dunia usaha serta para senior KADIN sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan pengusaha di Malut.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, RY dijadwalkan menggelar agenda silaturahmi bersama berbagai organisasi usaha dan industri pada Senin (1/6/2026) di Caffe Cinta Langit, Kota Ternate. Pertemuan itu akan menjadi wadah dialog sekaligus konsolidasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi daerah.

Sejumlah organisasi strategis dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Real Estat Youth Indonesia (REI Youth), Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspeknas), serta Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional.

Tak hanya itu, agenda silaturahmi juga akan melibatkan para mantan Ketua KADIN Maluku Utara. Kehadiran para senior organisasi tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap pengalaman dan kontribusi mereka dalam membangun dunia usaha di Malut.

RY mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang temu pengusaha, melainkan ruang untuk menyatukan gagasan dan memperkuat sinergi antar pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan ekonomi daerah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi yang baik, dan kolaborasi yang kuat antara seluruh elemen dunia usaha agar mampu menjawab tantangan yang ada,” ujar RY.

Kegiatan itu mengusung tema “Satu Meja Satu Hati untuk Masa Depan Dunia Usaha Moloku Kie Raha.” Tema tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kolaborasi yang ingin dibangun di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Menurut RY, KADIN harus menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha di Maluku Utara. Karena itu, setiap proses pembangunan organisasi perlu dilakukan dengan pendekatan yang inklusif serta mengedepankan semangat kebersamaan.

“Kita ingin membangun KADIN yang mampu merangkul semua pihak. Dunia usaha akan semakin kuat jika seluruh elemen dapat duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk kemajuan daerah,” katanya.

Dia menegaskan, penguatan organisasi pengusaha menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui sinergi yang baik antara asosiasi usaha, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya, peluang-peluang ekonomi baru diyakini akan semakin terbuka.

Agenda silaturahmi tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa kontestasi KADIN Maluku Utara ke depan tidak hanya berbicara soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga mengenai arah dan visi besar organisasi dalam memperjuangkan kepentingan pelaku usaha lokal serta memperkuat posisi Maluku Utara sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.(*)