radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 2 September 2026

Konswil XV GMKI Malut Dibuka, Enam Cabang Satukan Langkah dan Perkuat Persatuan

RadarTimur.id, Tobelo — Konsultasi Wilayah (Konswil) XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara resmi dibuka di Auditorium Universitas Halmahera, Tobelo, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Berubahlah, Temukanlah Kasih Allah dalam Persekutuan” tersebut menjadi forum konsolidasi enam cabang GMKI di Maluku Utara. Cabang yang hadir yakni Morotai, Ternate, Jailolo, Bacan, Sofifi, dan Tobelo sebagai tuan rumah.

Sekitar 150 peserta dan tamu undangan menghadiri kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Halmahera itu. Konswil menjadi ruang pertemuan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah strategis ke depan.

Kegiatan turut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Pemerintah daerah diwakili Asisten II Bidang Administrasi Umum, Wenas Rompis. Hadir pula Wakil Sekretaris Umum GMKI Nokiskar S. Hulahi, Kasat Intel Polres Halut Iptu Saiful, Koordinator Wilayah XV GMKI Malut Jufri Bayas, serta Pdt. Silwanus Banggai, dari Sinode GMIH.

Ketua Panitia Konswil XV, Fridol Sarawai, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, meningkatkan pelayanan, serta menjembatani berbagai perbedaan yang masih ada di internal wilayah.

“Konswil dibangun sebagai ruang keterbukaan dan persatuan agar seluruh cabang dapat menyatukan pandangan dalam menjalankan pelayanan organisasi,” ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Wilayah XV GMKI Malut, Jufri Bayas, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi organisasi. Konswil dinilai penting untuk menjadi landasan dalam menyusun rencana tindak lanjut yang lebih terukur.

Jufri mencatat sedikitnya tiga persoalan yang perlu mendapat perhatian. Pertama, belum matangnya pola pergerakan organisasi dalam merespons berbagai persoalan melalui kajian dan advokasi.

Kedua, adanya tren penurunan partisipasi kader. Ketiga, masih terdapat kendala dalam pelaksanaan pendidikan dan kurikulum organisasi.

“Karena itu, peserta Konswil diharapkan tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan secara seremonial, tetapi mampu membawa hasil dan rekomendasi yang dapat diterapkan di masing-masing cabang,” kata dia.

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Asisten II Wenas Rompis menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Konswil XV GMKI Malut. Menurutnya, GMKI memiliki posisi penting dalam membentuk kecerdasan sekaligus menanamkan nilai kasih, keadilan, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

“Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ruang untuk berpikir kritis, berbagi pandangan, dan merumuskan solusi bersama,” ujarnya.

Wenas juga menyampaikan empat harapan kepada seluruh peserta. Pertama, memperkuat persatuan dengan menghapus sekat pemisah serta memulihkan berbagai perbedaan demi membangun kebersamaan yang kokoh.

Kedua, kader GMKI diharapkan berani berbicara jujur dan terbuka dengan menyampaikan kondisi nyata di lapangan. Ketiga, setiap hasil Konswil perlu diterjemahkan menjadi kesepakatan dan rencana nyata yang dapat diwujudkan di daerah masing-masing.

Keempat, kader GMKI diminta tetap menjadi teladan dengan menunjukkan bahwa iman, ilmu, dan pengabdian dapat berjalan beriringan.

“Secara resmi, Pemerintah Daerah membuka kegiatan ini dan menegaskan kesiapan menjalin sinergi berkelanjutan demi kemajuan karakter pemuda wilayah,” tuturnya.

Konswil XV GMKI Maluku Utara merupakan bagian dari agenda nasional Pengurus Pusat GMKI yang dilaksanakan satu kali dalam satu periode masa bakti. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026.

Pelaksanaan Konswil di Halmahera Utara menjadi ruang konsolidasi bagi enam cabang GMKI di Maluku Utara untuk memperkuat persaudaraan, mempertajam kajian, dan menyusun langkah organisasi menghadapi berbagai tantangan ke depan.(val)