radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 6 September 2026

3 Bulan Kekeringan, Hujan Guyur Halut dan Morotai Warga Sambut dengan Sukacita 

RadarTimur.id, Morotai — Hujan mengguyur wilayah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Pulau Morotai, Sabtu (5/9/2026) malam.

Dari pantauan RadarTimur.id, di Kabupaten Halut, hujan turun di sebagian wilayah Tobelo, sekitar pukul 22.00 WIT. Sementara di Kabupaten Pulau Morotai terjadi di wilayah Kecamatan Morotai Utara. Di sana hujan dilaporkan mulai turun sekitar pukul 21.00 WIT.

Hujan tersebut disambut sukacita oleh masyarakat setelah hampir tiga bulan wilayah setempat mengalami kondisi kering yang berdampak pada lahan pertanian, hutan, dan sumber air masyarakat.

Sejumlah warga juga menyambut turunnya hujan dengan doa dan sujud syukur.

Andre, salah satu tokoh pemuda Tobelo, mengatakan hujan turun cukup deras di kawasan arah selatan Jalan Kemakmuran, Tobelo dan sekitarnya.

“Hujan cukup deras sekitar beberapa menit. Setelah itu intensitasnya menurun menjadi gerimis dan perlahan berhenti,” katanya.

Menurut Andre, masyarakat menyambut hujan tersebut karena telah lama menghadapi kondisi kekeringan.

Hal serupa disampaikan seorang warga Kecamatan Morotai Utara. Dia mengatakan hujan turun sekitar 30 menit sebelum berubah menjadi gerimis dan kemudian berhenti.

Kondisi kekeringan sebelumnya juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Turunnya hujan terjadi di tengah pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan karhutla di Maluku Utara, termasuk Halmahera Utara.

Dalam operasi tersebut, BNPB mengerahkan pesawat Cessna Caravan 208 EX/PK-SNL untuk melakukan penyemaian bahan semai pada wilayah sasaran.

Operasi TMC ditujukan untuk mendukung pembentukan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang menjadi sasaran operasi.

Namun, hujan yang terjadi di Morotai Utara dan Tobelo belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan pelaksanaan TMC. Kepastian mengenai pengaruh operasi tersebut terhadap hujan memerlukan penjelasan teknis dari BNPB atau BMKG.

Hujan yang turun malam ini diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan vegetasi yang sebelumnya kering serta mengurangi risiko karhutla di wilayah terdampak.(tim)