radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 18 September 2026

Perkokoh Solidaritas Rantau, IKT Morotai Bersiap Gelar Musyawarah ke-V

RadarTimur.id, Morotai — Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Pulau Morotai bersiap menggelar Musyawarah ke-V sebagai agenda tertinggi organisasi.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu, 26 September 2026, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Musyawarah mengusung tema “Merawat Kebersamaan dan Memperkokoh Persatuan IKT Morotai”. Forum ini menjadi momentum konsolidasi warga keturunan Tidore yang berada di tanah rantau, sekaligus ruang untuk membahas arah organisasi dan program kerja ke depan.

Ketua Panitia Musyawarah ke-V IKT Morotai, Kader Abdurrahman, mengajak seluruh keluarga besar IKT yang berada di Kabupaten Pulau Morotai untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam agenda tersebut.

“Kami mengimbau seluruh keluarga besar IKT di Pulau Morotai untuk menyatukan langkah demi menyukseskan perhelatan ini. Kehadiran, gagasan, serta dukungan konkret dari seluruh basudara merupakan pilar utama dalam merawat kekerabatan di tanah perantauan,” tegas pria yang akran disapa, Dade Duko ini.

Menurutnya, musyawarah tidak hanya menjadi forum pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat solidaritas serta merumuskan program yang dapat menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat IKT di Morotai.

Dade juga menekankan pentingnya kontribusi warga IKT dalam pembangunan Kabupaten Pulau Morotai. Begitupun bagi masyarakat perantauan harus dapat berjalan beriringan dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.

“Morotai adalah rumah kita bersama. Mari bergandengan tangan, mengawal, dan berkontribusi langsung bagi kemajuan tanah ini dengan memegang teguh falsafah Marimoi Ngone Futuru, bersatu kita kuat,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak seluruh keluarga besar IKT untuk menghidupkan semangat kebersamaan melalui prinsip “Ngone Ua Si Nage Yali, Nange Re Ua Se Fio Yali?”, yang dimaknai sebagai, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”(ksm)