Wayamato Tumbangkan Marcusilo 2-0, Amankan Tiket Final Bukit Moria Cup 2026
RadarTimur.id, Tobelo — Tim sepak bola Wayamato memastikan satu tempat di partai final Turnamen Bukit Moria Cup 2026 setelah menumbangkan Marcusilo dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut mempertegas posisi Wayamato sebagai salah satu tim yang diperhitungkan dalam kompetisi sepak bola di Kabupaten Halmahera Utara.
Klub asal Desa Gura, Kecamatan Tobelo, itu kembali menunjukkan konsistensinya setelah sukses menjuarai Banau Cup 2025. Kini, Wayamato berpeluang menambah koleksi prestasi dengan membidik trofi Bukit Moria Cup 2026.
Keberhasilan melangkah ke partai puncak tidak terlepas dari komposisi pemain yang memadukan talenta muda dan sejumlah pemain berpengalaman. Di bawah kepemimpinan Presiden Klub Jansen Hamarauku, Manager Tim Handri Tonoro, dan pelatih Margian Lesnusa, Wayamato mampu menjaga kekompakan dan semangat juang sepanjang turnamen.
Sejumlah pemain yang memperkuat Wayamato di antaranya Mufdi Iskandar, mantan pemain Timnas Indonesia U-18 yang kini memperkuat Bhayangkara FC. Ada pula Riki Togubu dan Saddam Hi Tenang, mantan pemain Malut United, serta Zifar Marsaoly, Bosco, dan Balty Telapaty yang pernah memperkuat Persiter.
Skuad Wayamato juga diperkuat Rhido Syahadan dan Sambang Layang, mantan pemain Morotai United, serta Rinaldo Hamarauku dan Sunawan Rusni yang pernah membela Sulut United. Sementara Febrian merupakan pemain Porprov Halmahera Utara.
Dengan materi pemain tersebut, Wayamato tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Kekompakan, disiplin, dan solidaritas menjadi modal penting yang terus dijaga untuk menghadapi setiap pertandingan, termasuk saat menentukan langkah menuju final.
Manager Wayamato, Handri Tonoro, mengatakan keberhasilan tim menembus partai puncak merupakan hasil kerja sama seluruh elemen, bukan semata-mata kehebatan individu pemain.
“Sampai sejauh ini, yang pasti karena hasil dari kerja sama tim. Ini bukan kehebatan individu, tetapi solidaritas yang kuat menjadi motivasi utama Tim Wayamato,” ujar Handri, Sabtu (10/10/2026).
Dia juga menyampaikan bahwa dukungan suporter dan simpatisan menjadi bagian penting dalam perjalanan Wayamato hingga ke partai final. Semangat yang diberikan dari luar lapangan turut menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berjuang dan memberikan penampilan terbaik.
Wayamato sendiri merupakan klub sepak bola yang telah berdiri sejak 1962. Lebih dari enam dekade berkiprah, klub asal Desa Gura tersebut masih mampu mempertahankan eksistensinya sekaligus bersaing dalam kompetisi sepak bola di Halmahera Utara.
Menghadapi Ashanum pada partai final, Handri berharap seluruh pemain tetap mengedepankan sportivitas dan menjaga semangat bertanding. Menurutnya, kesiapan mental, kekompakan, serta keyakinan menjadi bagian penting dalam menghadapi laga penentuan.
“Selain kekuatan tim, kekuatan doa juga kami andalkan sebagai salah satu fondasi utama dalam tim. Yang pasti lawan kita juga memiliki doa yang sama, tinggal nanti si kulit bundar yang menjadi penentu keberuntungan di hari besok,” tuturnya.
Pertemuan Wayamato dan Ashanum pada partai final Bukit Moria Cup 2026 akan menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperebutkan gelar juara. Wayamato datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Marcusilo dan pengalaman menjuarai Banau Cup 2025, sementara Ashanum juga memiliki ambisi untuk membawa pulang trofi.
Bagi Wayamato, laga puncak ini bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan gelar, tetapi juga kesempatan melanjutkan catatan prestasi dan menegaskan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Halmahera Utara.
Berdiri sejak 1962, Wayamato terus menjaga semangat dan solidaritas tim. Kini, klub tersebut tinggal selangkah lagi untuk mengukir prestasi baru dengan membawa pulang trofi Bukit Moria Cup 2026.(val)

