radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Sabtu, 10 Oktober 2026

Demisioner Ketua Famul Minta PT TUB Prioritaskan Anak Daerah dalam Perekrutan Karyawan

RadarTimur.id, Halbar — Demisioner Ketua Forum Angkatan Muda Loloda (Famul) Rivaldo Djini meminta PT Tri Usaha Baru (TUB), perusahaan pengelola tambang emas di wilayah Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan karyawan.

Permintaan tersebut disampaikan menyikapi rencana peningkatan operasional perusahaan yang berpotensi diikuti penambahan kebutuhan tenaga kerja.

Rivaldo berharap, peningkatan aktivitas pertambangan dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, terutama warga yang berada di lingkar tambang.

Menurut Famul, investasi pertambangan di wilayah Loloda semestinya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, anak daerah perlu memperoleh kesempatan yang adil untuk bekerja sesuai kebutuhan perusahaan dan kualifikasi yang ditetapkan.

“PT TUB harus memprioritaskan anak daerah dalam proses perekrutan karyawan. Masyarakat lokal harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan merasakan manfaat dari kehadiran investasi di wilayahnya,” tegasnya, Sabtu (10/10/2026).

Selain penyerapan tenaga kerja, dia mengingatkan perusahaan agar menjaga kelestarian lingkungan selama menjalankan aktivitas eksploitasi.

Menurutnya, peningkatan operasional harus disertai pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat.

Dia juga meminta PT TUB menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Program tersebut diharapkan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga di sekitar tambang.

Dia menilai, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta kebutuhan sosial lainnya perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program CSR. Pelaksanaannya juga harus terarah dan berkelanjutan agar kehadiran perusahaan memberikan dampak positif bagi masyarakat lingkar tambang.

“Pendidikan dan kesehatan masyarakat harus diperhatikan. Program CSR juga perlu menyentuh kebutuhan nyata warga, sehingga masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Terkait perekrutan karyawan, dia kembali menegaskan agar manajemen PT TUB mengedepankan keterbukaan, mulai dari penyampaian informasi lowongan, persyaratan, hingga tahapan seleksi. Transparansi dinilai penting untuk mencegah kecurigaan dan memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja yang tersedia.

Sebagai bagian dari kalangan pemuda yang mengawal persoalan sosial dan ekonomi masyarakat Loloda, Rivaldo menegaskan akan memantau proses perekrutan tersebut. Sebaliknya dia juga mengaku, tidak akan tinggal diam apabila ditemukan praktik perekrutan yang dinilai merugikan masyarakat lokal.

“Kami akan mengawal proses perekrutan ini. Jika ditemukan praktik yang merugikan masyarakat Loloda, kami tidak akan segan mengambil langkah tegas, termasuk pemboikotan terhadap aktivitas perusahaan,” tegasnya.(ard)