radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 15 Oktober 2026

AWPI Halut Perkuat Kemitraan Pers, Pemerintah, dan Aparat Keamanan

RadarTimur.id Tobelo — Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Halmahera Utara menggelar diskusi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan sejumlah pemangku kepentingan di Coffee Batona, Tobelo, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarlembaga tanpa mengabaikan independensi serta profesionalitas pers.

Diskusi tersebut dihadiri Kasat Intel Polres Halmahera Utara Iptu Saiful Mochtar, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Glen Antoni, Kepala Kesbangpol Halut Hairudin Dodo, Sekretaris Diskominfo Halut Dalton Sero, serta perwakilan Kodim 1508/Tobelo.

Para peserta membahas peran strategis pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, menangkal hoaks, dan mengawal pembangunan daerah.

Staf Ahli Bupati Halut Glen Antoni menegaskan, kemitraan dengan insan pers perlu dibangun secara sehat dengan tetap menjaga netralitas dan profesionalitas.

Menurutnya, pers merupakan pilar keempat demokrasi yang berperan sebagai pengawas kekuasaan, sarana edukasi, serta penyampai informasi kepada masyarakat.

“Wartawan harus menjunjung tinggi independensi, etika, dan integritas di tengah tantangan perkembangan teknologi digital,” ujar dia.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Halut Iptu Saiful Mochtar menyatakan bahwa kritik terhadap institusi kepolisian tetap terbuka sepanjang disampaikan secara profesional.

“Kritik merupakan bagian dari kontrol publik yang diperlukan untuk menjaga akuntabilitas institusi. Pihak kepolisian juga berkomitmen memberikan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Sekretaris Diskominfo Halut Dalton Sero menjelaskan, pihaknya berperan menjembatani informasi pemerintah agar dapat diakses masyarakat secara luas. Diskominfo juga mendorong pendataan media, memfasilitasi kebutuhan informasi publik, serta melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta.

Dalton turut menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan aplikasi untuk memudahkan pemantauan informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat.

Sementara Kepala Kesbangpol Halut Hairudin Dodo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pers dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pemahaman masyarakat terhadap informasi dapat memicu kesalahpahaman apabila tidak disertai komunikasi yang baik. Karena itu, pertukaran gagasan antara media dan pemerintah diperlukan agar informasi yang disampaikan tetap proporsional serta mendukung terciptanya situasi daerah yang aman dan kondusif.

Ketua AWPI Halut BerthJovi Pangkei mengatakan, diskusi tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat hubungan organisasi wartawan dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan mitra kerja lainnya. Namun, kemitraan yang dibangun harus tetap berada dalam koridor independensi pers, keterbukaan informasi, serta tanggung jawab terhadap kepentingan publik.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat antara insan pers dan mitra kerja, sehingga terbangun pemahaman bersama dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya.(val)