radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 15 Oktober 2026

Dalam Semangat Hibualamo, PIKI Halut Kedepankan Nilai Kristen dan Teladani Kepemimpinan Yesus

RadarTimur.id, Tobelo — Menjelang Konferensi Cabang (Konpercab) II Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Halmahera Utara tahun 2026, kader diharapkan mengedepankan nilai-nilai kekristenan dan kearifan lokal Hibualamo dalam menjalankan organisasi serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Harapan ini disampaikan Sudarmin Paliema, Ketua Bidang Politik dan Kemaritiman DPD PIKI Maluku Utara.

Menurut Sudarmin, munculnya sejumlah kader yang terpanggil memimpin PIKI Halut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian.

Dia berharap semangat tersebut menjadi kesaksian iman melalui kerja nyata bagi masyarakat. Sebagai wadah kaum intelektual Kristen, PIKI harus memadukan kecerdasan, integritas, dan nilai pelayanan.

Dia menegaskan, Hibualamo mengajarkan kebersamaan, saling menghormati, dan memikul beban bersama. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran kasih dalam kekristenan yang perlu dipertahankan di tengah modernisasi dan dinamika politik.

“Jika Hibualamo adalah tubuhnya kebersamaan, maka nilai Kristen adalah jiwanya,” tegasnya.

Sudarmin juga mendorong kepemimpinan PIKI meneladani Yesus Kristus yang mengutamakan pelayanan dan kerendahan hati.

“Pemimpin dalam konteks Hibua Lamo bukanlah yang paling tinggi suaranya, tetapi yang paling dalam pengabdiannya. Sama seperti Yesus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” katanya.

Sudarmin mengingatkan pentingnya tiga nilai utama, yakni kasih dan Hirono dalam semangat Hibualamo, kerendahan hati serta saling menghormati, dan keadilan dalam kebersamaan. Prinsip tersebut harus diwujudkan melalui kerja bersama serta kepedulian terhadap seluruh kelompok masyarakat agar tidak ada kampung yang tertinggal dalam pembangunan.

Lebih lanjut, Sudarmin juga berharap pemimpin PIKI Halut mendatang mendorong program literasi kebangsaan berbasis gereja dan kampung adat. Program ini diharapkan membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter Kristiani, serta menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter Kristus dan berjiwa Hibua Lamo,” ujarnya.(val)