Disdikbud Halut Liburkan Sekolah Terdampak Erupsi Dukono
RadarTimur.id, Tobelo — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Halmahera Utara meliburkan sementara aktivitas pembelajaran tingkat TK, SD, dan SMP di empat kecamatan terdampak erupsi abu vulkanik Gunung Dukono dan cuaca ekstrem.
Kebijakan tersebut berlaku di Kecamatan Tobelo, Tobelo Utara, Tobelo Tengah, dan Tobelo Selatan. Sekolah mulai diliburkan Kamis, 17 September 2026, dan dijadwalkan kembali melaksanakan pembelajaran pada Senin, 21 September 2026.
Keputusan itu tertuang dalam surat pemberitahuan Disdikbud Halut Nomor 420/1923/2026 tertanggal 16 September 2026 yang ditujukan kepada kepala satuan pendidikan di wilayah terdampak.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung dalam kondisi yang berisiko.
Selama masa libur, sekolah tetap diminta melakukan langkah antisipatif. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekolah, sementara kebutuhan air perlu disiapkan untuk mendukung penyiraman dan pembersihan area sekolah dari abu vulkanik.
Disdikbud juga meminta setiap satuan pendidikan memastikan lingkungan sekolah dalam kondisi aman dan kondusif sebelum kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan pada 21 September 2026.
Kepala Disdikbud Halut Hertje Manuel, menyebut kebijakan tersebut merupakan respons pemerintah daerah terhadap perkembangan erupsi Gunung Dukono dan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Orang tua siswa juga diimbau memperhatikan kondisi kesehatan anak selama masa libur serta mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan aktivitas Gunung Dukono dan kondisi cuaca di wilayah Halmahera Utara.(val)

