radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Jumat, 21 Agustus 2026

Kemarau Panjang, Kebakaran Hutan Terjadi di Sidangoli dan Ternate

RadarTimur.id, Ternate — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Maluku Utara. Kali ini, titik kebakaran muncul di Desa Hijrah, Kecamatan Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, dan kawasan belakang Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara.

Di Sidangoli, api membakar sekitar satu hektare lahan. Lokasi kebakaran berada sekitar 500 meter dari permukiman warga.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara langsung mengerahkan armada mobil tangki air dan tim teknis ke lokasi untuk membantu pemadaman serta pendinginan lahan.

Penanganan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, BPBD, serta unsur TNI dari Korem dan Yonif 732/Banau.

Pada Kamis (20/8), Tim OP SDA I diberangkatkan dari Pelabuhan Feri Bastiong Ternate menuju Sofifi. Dari Sofifi, tim bergabung dengan personel PUPR Provinsi untuk melanjutkan perjalanan menuju Sidangoli. Perjalanan dari Sofifi ke lokasi kebakaran diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.

BWS Maluku Utara turut mendukung operasional di lapangan melalui penyediaan BBM, sedangkan armada mobil tangki disiapkan Dinas PUPR.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan belakang Kelurahan Tubo, Ternate Utara. Api berada cukup jauh dari permukiman, namun lokasinya berdekatan dengan perkebunan warga.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate, Naim Safar, mengatakan kebakaran di kawasan tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari.

Menurutnya, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai karena lokasi sulit dijangkau dan membutuhkan banyak personel.

“Pemadaman itu tidak tuntas karena memang membutuhkan personel yang banyak,” kata Naim.

Api disebut telah masuk ke kawasan hutan dan bergerak mendekati perkebunan warga yang ditanami pala, cengkeh dan tanaman lainnya. Luas lahan yang terbakar hingga kini belum dapat dipastikan.

Pemadaman melibatkan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Damkar dan Tagana. Danramil Kota juga turun langsung memimpin penanganan di lokasi.

Medan yang sulit dan jauhnya lokasi dari akses kendaraan menjadi kendala bagi petugas. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan tambahan personel untuk mencegah api merambat ke perkebunan warga.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran.

“Prioritas kita adalah memastikan api tertangani, tidak meluas ke permukiman, dan tidak kembali muncul. Karena itu, penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia dan memastikan tim bergerak langsung ke lapangan,” kata Sherly.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Tagana dan unsur terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan.

Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas.(ard)