radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 10 September 2026

Kolaborasi Dispar dan DLH Hijaukan Kawasan Wisata Pantai Luari

RadarTimur.id, Tobelo — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi melakukan penghijauan di kawasan wisata Pantai Luari, Desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penyerahan bibit pohon penghijauan dari Dinas Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Desa Luari untuk ditanam dan dirawat di kawasan wisata Pantai Luari.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (10/9/2026) ini dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Markus Aurmatin, Kabid Destinasi Jantje, Kabid Penataan Lahan Dinas Lingkungan Hidup Jakomina Nanere, Kepala Desa Luari Serni Maulang, serta Kamtibmas Tobelo Utara Aipda Jat Raimon Kori.

Jakomina Nanere menyerahkan bibit pohon kepada Serni Maulang. Bibit tersebut selanjutnya diperuntukkan bagi penghijauan areal Pantai Luari sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mendukung penataan kawasan wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Markus Aurmatin mengatakan pengembangan destinasi wisata perlu berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kawasan wisata yang hijau dan terawat dinilai tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat daya tarik destinasi.

“Pariwisata dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kita ingin Pantai Luari tidak hanya memiliki daya tarik wisata, tetapi juga menjadi kawasan yang hijau, bersih, nyaman, dan tetap terjaga kelestariannya,” kata Markus.

Usai penyerahan bibit, Markus melakukan penanaman pohon secara simbolis. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya penghijauan kawasan Pantai Luari yang diharapkan tidak berhenti pada penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan.

Kepala Desa Luari Serni Maulang mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap penghijauan kawasan wisata. Pemerintah desa diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam merawat tanaman agar tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Keterlibatan Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa dan unsur keamanan menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Luari membutuhkan sinergi lintas sektor. Penataan kawasan wisata tidak hanya menyangkut fasilitas dan daya tarik destinasi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Melalui penghijauan tersebut, Pantai Luari diharapkan berkembang sebagai destinasi yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga hijau, teduh, bersih dan nyaman. Pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar upaya penghijauan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang.(val)