radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Minggu, 1 November 2026

Harga Cabai Rawit Tembus Rp150 Ribu, Kemendag Kirim 7 Ton ke Halut

RadarTimur.id, Tobelo – Harga cabai rawit di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, menembus Rp150.000 per kilogram.

Mengatasi lonjakan harga tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi pengiriman 7 ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Halut pada 30 Oktober 2026.

Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga cabai di pasaran hingga di bawah Rp100.000 per kilogram.

Langkah ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Bagi Menteri Perdagangan Budi Santoso, fasilitasi distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah. Salah satunya dengan menghubungkan wilayah sentra produksi dengan daerah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi komoditas pangan semakin lancar, keseimbangan pasokan dan harga tetap terjaga, serta masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) itu dilaksanakan Kemendag bersama Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara dengan dukungan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag per 27 Oktober 2026, harga cabai rawit di Halut tercatat mencapai Rp150.000 per kilogram.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi kepada Kemendag, Bank Indonesia, dan Bapanas atas dukungan pengiriman 7 ton cabai rawit tersebut.

Menurutnya, tambahan pasokan dari Jawa Timur menjadi langkah penting untuk memperlancar distribusi komoditas pangan sekaligus mengatasi lonjakan harga di daerah.

“Pengiriman cabai ini dapat memperlancar distribusi komoditas dari daerah penghasil ke daerah yang membutuhkan. Tambahan pasokan dari Jawa Timur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga cabai yang telanjur melonjak. Kami berharap tambahan pasokan tersebut dapat menekan harga hingga di bawah Rp100.000 per kilogram,” ujar Bupati Piet, Sabtu (1/11/2026).

Selain mengandalkan fasilitasi pemerintah pusat, Pemkab Halut kata Bupati Piet, juga memperkuat pasokan pangan melalui kerja sama antardaerah (KAD). Salah satunya melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang yang ditandatangani pada 19 Oktober 2026.

“Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun jaringan pasokan pangan dari daerah sentra produksi dengan dukungan Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” tutur dia.

Lanjutnya, Pemkab Halut juga mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengatasi kendala distribusi, terutama optimalisasi transportasi laut dan udara dengan mempertimbangkan kecepatan pengiriman serta efisiensi biaya.

Bahkan Pemerintah daerah betkomitmen menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.

“Pengiriman 7 ton cabai rawit ini diharapkan menjadi langkah konkret pengendalian inflasi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat, daerah, dan wilayah sentra produksi dalam mewujudkan Halmahera Utara yang Setara,” tutup Bupati Piet.(val)