radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Kamis, 14 Mei 2026

Dukono Belum Tenang: Satu Pendaki Meninggal, Dua WNA Masih Dicari

RadarTimur.id, Halut — Langit di lereng Gunung Dukono masih diselimuti abu ketika belasan personel SAR mulai menapaki jalur berbatu menuju Pos Lima, Sabtu siang (9/5/2026). Udara terasa berat. Bau belerang menusuk hidung, bercampur debu vulkanik yang beterbangan setiap kali angin turun dari arah kawah aktif.

Di tengah suara dentuman kecil yang sesekali terdengar dari puncak gunung, tim gabungan bergerak perlahan sambil memeriksa setiap lekukan lereng. Mereka menyusuri jalur yang berubah licin akibat hujan abu, sementara jarak pandang beberapa kali menghilang tertutup kepulan material vulkanik.

Sekitar satu kilometer dari bibir kawah aktif, pencarian itu akhirnya terhenti di sebuah cekungan lereng yang dipenuhi endapan abu. Di lokasi itulah tim menemukan Angel Krisela Pradita alias Enjel, seorang pendaki perempuan warga negara Indonesia, dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIT.

Penemuan itu menjadi kabar duka pertama dalam operasi pencarian pasca erupsi besar Gunung Dukono yang mengguncang Halmahera Utara pada Jumat pagi (8/5/2026). Tidak ada sorak kemenangan ketika jasad korban ditemukan. Yang terdengar hanya instruksi singkat dari petugas agar proses evakuasi segera dilakukan sebelum kondisi gunung kembali memburuk.

Evakuasi berlangsung dramatis. Aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif membuat tim harus bergerak cepat namun tetap berhati-hati. Abu vulkanik terus turun menutup sebagian jalur pendakian, sementara batu-batu kecil yang bercampur pasir panas membuat pijakan menjadi berbahaya.

Beberapa anggota tim bahkan harus bergantian membuka jalur menggunakan alat seadanya karena lereng tertutup material vulkanik yang tebal. Di sejumlah titik, personel terpaksa berhenti sejenak untuk memastikan arah angin dan menghindari paparan abu pekat yang sewaktu-waktu bergerak turun dari kawah.

Sejumlah personel tampak mengenakan masker dan pelindung mata sambil bergantian memikul tandu melewati tanjakan terjal.

Setibanya di bawah, ambulans dan tim medis telah menunggu untuk membawa jenazah menuju rumah sakit di Tobelo. Di posko utama, suasana hening menyelimuti keluarga korban, relawan, dan para petugas yang sejak awal mengikuti perkembangan pencarian.

Dari sejumlah keterangan yang dihimpun, Angel diduga sempat berusaha turun mencari perlindungan ketika kolom abu setinggi sekitar 10 kilometer membumbung dari kawah Dukono pada Jumat pagi. Namun kondisi alam berubah terlalu cepat. Material vulkanik, hujan abu, dan pasir panas mengubah jalur evakuasi menjadi perangkap mematikan di lereng gunung.

Tragedi itu bermula ketika rombongan pendaki berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi besar terjadi pada Jumat pagi. Berdasarkan data SAR gabungan, total terdapat 20 orang di gunung saat letusan terjadi, terdiri dari pendaki warga negara Singapura dan pendaki lokal Indonesia. Sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi hidup-hidup, sementara tiga lainnya sempat dinyatakan hilang.

Setelah Angel ditemukan meninggal dunia, kini tersisa dua pendaki warga negara Singapura yang masih dalam pencarian, yakni Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Fokus operasi SAR kini tertuju pada dua nama tersebut. Tim gabungan terus menyisir lereng, cekungan perlindungan, hingga jalur-jalur pendakian yang diduga menjadi lokasi para korban berlindung saat erupsi terjadi.

Sejak Minggu pagi, personel TNI/Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat kembali bergerak menuju kawasan pencarian. Operasi itu dipantau langsung sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, termasuk Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Piet Hein Babua, dan Iwan Ramdani.

Di Pos Pengamatan Meteorologi dan Geofisika Mamuya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.

“Lakukan dengan cermat dalam satu komando. Faktor keamanan harus dijaga. Jangan dipaksa jika kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya di hadapan personel gabungan.

Data sementara yang dihimpu. para pendaki yang berada di kawasan Dukono pada Jumat (8/5/2026) terdiri dari sembilan WNA asal Singapura dan sembilan WNI. Sebagian besar berhasil menyelamatkan diri ketika erupsi terjadi, sementara satu korban ditemukan meninggal dan dua lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Hingga berita ini ditayangkan, tim SAR gabungan masih terus berupaya menembus area-area sulit di sekitar kawah Gunung Dukono. Di tengah hujan abu yang belum benar-benar berhenti, harapan agar dua pendaki yang tersisa segera ditemukan masih terus dijaga oleh para petugas, keluarga korban, dan masyarakat yang menunggu di kaki gunung.(kro)