Sopir Dump Truck di Morotai Demo Harga Dexlite Tembus Rp26 Ribu per Liter
RadarTimur.id, Morotai — Puluhan sopir dump truck yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Dump Truck ORGANDA Pulau Morotai menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Senin (11/5/2026).
Mereka memprotes melonjaknya harga BBM Dexlite yang disebut naik drastis dari Rp14 ribu menjadi Rp26 ribu per liter.
Aksi tersebut diikuti puluhan armada dump truck yang diparkir berjajar di tepi jalan depan gedung DPRD Morotai. Para sopir membawa spanduk berisi tuntutan dan keluhan terkait kenaikan harga BBM.
Dalam spanduk yang dipasang di bagian depan kendaraan tertulis: “Organda Morotai Menolak Bangkrut. Dexlite naik dari Rp14.500/liter menjadi Rp26.700/liter. Tuntutan: Sesuaikan tarif sekarang, kembalikan subsidi solar.”
Ketua DPC ORGANDA Pulau Morotai, Arsil Nyong, mengatakan kenaikan harga Dexlite sangat memberatkan pengusaha maupun sopir angkutan karena biaya operasional kendaraan meningkat tajam.
“Kami datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait kenaikan BBM Dexlite yang sangat mempengaruhi biaya operasional kendaraan angkutan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada solusi, maka tarif angkutan juga pasti ikut naik,” ujar Arsil saat dikonfirmasi di sela-sela aksi konvoi.
Menurutnya, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok akibat mahalnya biaya distribusi barang.
Dia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kondisi tersebut tidak semakin membebani masyarakat dan pelaku usaha transportasi di Morotai.
“Kami meminta ada penyesuaian tarif angkutan umum dan khusus sesuai kenaikan BBM. Selain itu, pemerintah daerah juga harus memperhatikan nasib pengusaha angkutan yang sampai hari ini belum mendapatkan solusi,” katanya.
Dalam hearing bersama DPRD, ORGANDA juga mendesak pemerintah daerah agar menghadirkan kembali BBM subsidi jenis solar untuk kendaraan angkutan barang dan jasa. Mereka bahkan meminta adanya kompensasi atau subsidi BBM bagi pengusaha angkutan.
Arsil menegaskan, jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu dekat, para sopir dan pengusaha angkutan siap melakukan mogok kerja massal.
“Kalau tuntutan ini tidak diakomodir, kami siap mengambil langkah berikutnya, termasuk mogok kerja. Karena ini menyangkut keberlangsungan usaha dan kehidupan sopir serta pengusaha angkutan di Morotai,” tegasnya.
Aksi konvoi puluhan dump truck tersebut sempat menarik perhatian warga. Kendaraan bergerak beriringan menuju kantor DPRD Pulau Morotai sebelum para sopir melakukan hearing bersama anggota dewan dan perwakilan pemerintah daerah.(ksm)

