Dermaga Kolorae Rusak Parah, Aktivitas Nelayan Terancam
RadarTimur.id, Morotai — Dermaga Desa Kolorae, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Sebagian struktur penghubung dermaga telah hancur diterjang abrasi dan gelombang laut, sementara fasilitas tambatan perahu yang digunakan nelayan juga tidak lagi memadai.
Kerusakan paling parah terlihat pada bagian pelataran dan jalur penghubung antara dermaga kayu dan konstruksi beton. Pantauan RadarTimur.id di lokasi, Senin (7/9/2026), menunjukkan sebagian besar lantai penghubung telah hilang. Yang tersisa hanya deretan tiang beton yang berdiri di atas perairan dangkal tanpa pijakan.
Putusnya akses tersebut membuat bagian dermaga tidak lagi terhubung secara normal dengan daratan. Atap pelindung yang berada di bagian pangkal dermaga masih berdiri, tetapi fungsinya tidak maksimal karena jalur menuju fasilitas tersebut telah rusak.
Kerusakan serupa terlihat pada jembatan kayu dan jalan titian di sisi kanan dermaga. Material kayu tampak mengalami pelapukan dan kondisinya tidak lagi meyakinkan untuk menopang beban berat.
Situasi ini menjadi persoalan serius bagi nelayan. Aktivitas membawa hasil tangkapan dari perahu menuju daratan maupun sebaliknya menjadi lebih sulit dan berisiko.
Di sepanjang pesisir sekitar dermaga, puluhan perahu motor nelayan terlihat bersandar di perairan dangkal. Ketiadaan fasilitas tambatan yang memadai membuat nelayan harus menggunakan cara seadanya untuk mengamankan perahu mereka.
Padahal, dermaga tersebut menjadi salah satu fasilitas penting bagi mobilitas masyarakat pesisir Kolorae. Selain digunakan untuk aktivitas nelayan, akses laut juga berkaitan dengan pergerakan barang dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kerusakan yang dibiarkan berlarut berpotensi memperparah kondisi struktur dermaga. Abrasi dan hantaman gelombang laut dapat terus menggerus bagian konstruksi yang tersisa apabila tidak segera ditangani.
Asril warga Kolorai berharap pemerintah daerah dan instansi teknis tidak hanya melakukan perbaikan pada bagian yang terlihat rusak, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur dermaga.
“Kami meminta adanya pembangunan atau rehabilitasi permanen yang disesuaikan dengan kondisi pesisir, sehingga fasilitas tersebut mampu bertahan menghadapi gelombang dan abrasi,” tutur dia.(ksm)

