Kristian Laike, Talenta Muda Loloda yang Menembus Piala Anak Indonesia U-17
RadarTimur.id, Halmahera Barat — Mimpi menjadi pesepak bola profesional mulai menemukan jalannya bagi Kristian Laike. Remaja asal Desa Jano Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), itu terpilih memperkuat Tim UMS 1905 dalam ajang Piala Anak Indonesia U-17 2026 di Jakarta.
Lahir di Jano pada 5 Agustus 2008, Kristian tumbuh sebagai anak muda yang akrab dengan sepak bola. Bakatnya ditempa melalui SSB Adidas Halbar, sebelum kemudian berkembang hingga mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim yang tampil di panggung kompetisi U-17 di Jakarta.
Saat ini Kristian tercatat sebagai siswa SMA Kristen Halbar. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, sepak bola menjadi bagian penting dari kesehariannya.
Namun, bukan hanya kemampuan mengolah bola yang membuat Kristian mendapat perhatian. Disiplin dalam latihan menjadi salah satu kekuatan yang menonjol.
Kristian dikenal konsisten mengikuti jadwal latihan, rutin menjalani program yang diberikan pelatih, serta memiliki kondisi fisik yang baik. Sikap tersebut membuat para pelatih melihat adanya potensi yang bisa terus dikembangkan.
Dari proses itulah kesempatan datang. Kristian kemudian dipanggil untuk bergabung dengan UMS 1905 dan mendapat kesempatan tampil dalam Piala Anak Indonesia U-17 2026 di Jakarta.
Bagi Kristian, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke ibu kota. Jakarta menjadi tempat untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi atmosfer sepak bola yang lebih kompetitif.
Di balik kesempatan itu, ada mimpi yang terus dijaga. Kristian ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Dia ingin berkembang, tampil sebaik mungkin, dan membuktikan bahwa anak dari kampung juga memiliki kesempatan untuk menembus level yang lebih tinggi.
Lebih dari itu, ada harapan sederhana yang menjadi sumber semangatnya. Kristian ingin suatu hari keberhasilannya di lapangan sepak bola membuat orang-orang di kampung bangga, terutama kedua orang tuanya, Yusan Laike dan Debora Kotalaha.
Bagi Yusan dan Debora, perjalanan anaknya masih sangat panjang. Mereka tidak ingin Kristian berhenti pada satu pencapaian. Harapannya, setiap kesempatan yang datang bisa menjadi bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik.
“Kami berharap, Kristian bisa terus berproses untuk mencapai apa yang menjadi cita-citanya. Kami orang tua hanya mau masa depannya bisa lebih baik dari kami di kampung,” demikian harapan orang tuanya.(val)

