Bupati Piet Dorong Stabilitas Harga Rica, Pedagang Diminta Ikut Berperan
RadarTimur.id, Tobelo – Bupati Halmahera Utara (Halut), Piet Hein Babua, meminta para pedagang ikut berperan menjaga stabilitas harga cabai rawit atau rica di pasaran.
Pedagang diimbau tidak menjual rica melebihi Rp100.000 per kilogram menyusul langkah intervensi pemerintah daerah untuk menekan lonjakan harga komoditas tersebut yang sempat menembus Rp200.000 per kilogram.
Bupati Piet mengatakan, pengendalian harga rica membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama pedagang sebagai salah satu mata rantai distribusi pangan.
“Pemerintah berharap pedagang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi turut memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat,” ujarnya, di sela-sela peresmian dan pentahbisan Pastori II dan III, Minggu (1/11/2026).
Menurut Bupati Piet, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan kenaikan harga melalui koordinasi dengan petani hortikultura, pedagang besar, serta pemerintah daerah lain guna memastikan ketersediaan pasokan rica di Maluku Utara.
Sebagai bentuk intervensi, pemerintah memfasilitasi pengadaan sekitar tujuh ton rica untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku Utara. Dari total pasokan tersebut, Kabupaten Halmahera Utara memperoleh alokasi hampir tiga ton yang disiapkan untuk mendukung stabilisasi harga melalui operasi pasar.
Melalui langkah tersebut, rica dijual kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp80.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar sebelumnya yang berkisar Rp170.000 hingga Rp200.000 per kilogram.
“Kita melakukan langkah intervensi untuk membantu masyarakat mendapatkan rica dengan harga yang lebih terjangkau,” ucap Bupati Piet.
Dia berharap, intervensi pasokan dan operasi pasar dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan tekanan inflasi daerah.(val)

