Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Halut
RadarTimur.id, Tobelo – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyambut baik pelaksanaan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ke-27 yang dipusatkan di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Supu, Kecamatan Loloda Utara.
Program tersebut dinilai menjadi wujud perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat nelayan sekaligus upaya mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional.
Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Wagub Sarbin menilai perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat nelayan merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Dia berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir, tetapi juga membawa perubahan nyata terhadap kehidupan masyarakat nelayan.
Perubahan itu, menurut dia, harus tercermin dari peningkatan produktivitas, pengelolaan hasil tangkapan yang lebih baik, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir agar semakin berdaya saing dan sejahtera.
“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Halmahera Utara menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Maluku Utara,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Wagub Sarbin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar pengembangan kawasan tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas komitmen membangun sektor perikanan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Maluku Utara, termasuk Halmahera Utara.
Menurut Wabup Kasman, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih menjadi momentum untuk mendorong perubahan pola pengelolaan potensi kelautan dan perikanan agar lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
“Selama ini pengelolaan sektor perikanan dan potensi nelayan kita masih berjalan biasa-biasa saja. Namun, dengan hadirnya program Kampung Nelayan Merah Putih, ada nuansa baru dan harapan besar bagi nelayan untuk mengelola potensi laut dengan sistem yang lebih modern dan maju,” ungkapnya.
Wabup Kasman menjelaskan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Halmahera Utara.
Pemkab Halut telah menetapkan empat zona pengembangan wilayah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengoptimalkan potensi ekonomi berdasarkan karakteristik masing-masing kawasan.
Kawasan Kao dan Malifut diarahkan sebagai pusat pengembangan industri. Kota Tobelo dikembangkan sebagai pusat jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata. Wilayah Galela difokuskan pada pengembangan pertanian, perkebunan, dan hortikultura, sedangkan Loloda ditetapkan sebagai kawasan pengembangan perikanan terpadu.
“Karena itu, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Loloda Utara sangat relevan dengan arah pembangunan daerah. Kami berharap program ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu potensi unggulan Halmahera Utara,” jelas Wabup Kasman.
Selain di Desa Supu, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Dama sebagai wilayah penyangga. Kedua kawasan tersebut diharapkan saling terhubung dalam mendukung aktivitas ekonomi perikanan, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.(val)

