Bupati Piet Serap Perspektif Global untuk Tata Kelola Halut
RadarTimur.id, Jakarta — Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, memperluas wawasan tata kelola pemerintahan melalui Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Senin (7/9/2026), menghadirkan dua akademisi dan praktisi kebijakan dari National University of Singapore (NUS). Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepala daerah dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern.
Dua narasumber tersebut yakni Prof. Dr. Ng Yeuk Fan, Direktur Transformasi Sistem Kesehatan Global Yishun Health sekaligus pengajar di Saw Swee Hock School of Public Health, serta Prof. Yaacob Ibrahim, Profesor Praktik di Lee Kuan Yew School of Public Policy.
Keduanya membagikan pengalaman dan gagasan mengenai penguatan pelayanan publik, inovasi sosial, kepemimpinan berbasis komunitas, hingga transformasi sistem pemerintahan.
Dalam pemaparannya, Prof. Ng Yeuk Fan membahas integrasi layanan kesehatan serta pentingnya perubahan pola birokrasi agar lebih efektif, efisien dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara Prof. Yaacob Ibrahim menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, inovasi sosial akan memiliki dampak yang lebih kuat ketika didukung partisipasi aktif warga.
Pembahasan juga mencakup sejumlah isu strategis yang semakin relevan bagi pemerintah daerah, mulai dari kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, transformasi pelayanan publik, teknologi digital, konsep pembangunan cerdas atau Smart Nation, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga penguatan keamanan dan ketahanan ruang siber.
Bagi Bupati Piet Hein Babua, materi yang diperoleh dalam KPPD dapat menjadi referensi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Halmahera Utara.
“Apa yang kami pelajari bukan sekadar teori, melainkan pola pikir dan cara kerja yang sudah teruji,” ujarnya.
Bupati Piet mengatakan, berbagai pengetahuan yang diperoleh akan disesuaikan dengan kondisi, potensi dan tantangan yang dihadapi Halmahera Utara.
“Kami akan mulai dari peningkatan mutu pelayanan publik, penguatan sistem kesehatan masyarakat, hingga membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah dan warga,” katanya.
Menurut dia, wawasan global yang diperoleh dari KPPD diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih adaptif dan tepat sasaran.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat serta memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dengan bekal tersebut, Bupati Piet berharap tata kelola pemerintahan di Halmahera Utara ke depan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu melahirkan terobosan yang memberikan dampak langsung bagi warga.(val)

