IKA PMII Malut Gelar Zikir Bersama Sambut Hari Santri
RadarTimur.id, Ternate — Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara akan menggelar zikir bersama pada 25 Oktober 2026 di salah satu pondok pesantren di Kota Ternate.
Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Santri ke-12 yang jatuh pada 22 Oktober 2026 sekaligus mendoakan keselamatan masyarakat di tengah kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.
Rencana kegiatan tersebut disepakati dalam rapat pengurus IKA PMII Maluku Utara di Istana Cafe Gamalama, Kota Ternate, Senin (12/10/2026). Rapat dihadiri Ketua Wilayah IKA PMII Malut, Muhajirin Bailusi, dan Sekretaris Wilayah, Rahdi Anwar.
Ketua Wilayah IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailusi, mengatakan peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi sosial dan lingkungan.
“Zikir bersama ini kami harapkan menjadi momentum untuk berdoa bagi keselamatan masyarakat Maluku Utara. Di tengah kemarau, kebakaran hutan dan lahan, serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, kita perlu memperkuat ikhtiar, kepedulian, dan kebersamaan,” ujar Muhajirin.
Menurut Muhajirin, persoalan kemarau dan karhutla tidak cukup dihadapi melalui doa, tetapi juga membutuhkan langkah nyata, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Nilai-nilai yang diajarkan di pesantren diharapkan turut mendorong tumbuhnya tanggung jawab sosial dan kesadaran menjaga lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah IKA PMII Maluku Utara, Rahdi Anwar, mengatakan pengurus akan menindaklanjuti hasil rapat dengan mematangkan persiapan kegiatan, termasuk menentukan pondok pesantren yang akan menjadi lokasi zikir bersama serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat doa dan kepedulian terhadap daerah. Kita berharap kondisi kemarau dan bencana yang terjadi dapat segera membaik, masyarakat diberikan kesehatan dan keselamatan, serta Maluku Utara senantiasa dalam keadaan aman dan damai,” kata Rahdi.
Rahdi menambahkan, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi umat dan daerah. Santri dan alumni organisasi kemahasiswaan Islam diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga ikut membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sosial, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan. (ard)

