radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 13 Oktober 2026

Nelayan Tuna Daeo Panen Melimpah di Tengah Kabut Asap, Minta Bantuan GPS

RadarTimur.id, Morotai — Nelayan tuna di Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memperoleh hasil tangkapan melimpah di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Namun, kabut asap tebal yang menyelimuti perairan membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko keselamatan saat melaut.

Dalam sehari, setiap nelayan rata-rata mampu menangkap 8 hingga 15 ekor ikan tuna berukuran besar. Hasil tangkapan tersebut kemudian diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka untuk didistribusikan kepada pemasok atau supplier.

Meski hasil tangkapan sedang meningkat, kondisi perairan yang diselimuti kabut asap menjadi tantangan tersendiri bagi nelayan. Jarak pandang yang terbatas menyulitkan mereka menentukan arah saat berada di laut lepas.

Salah satu nelayan Desa Daeo, Hardiyansyah Goraahe, berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana navigasi dan keselamatan bagi nelayan setempat.

Hardiyansyah mengatakan, nelayan membutuhkan perangkat navigasi modern, seperti Global Positioning System (GPS), untuk membantu menentukan posisi dan arah perjalanan saat melaut, terutama ketika jarak pandang terganggu.

“Tangkapan memang sedang melimpah, tapi tantangan utama kami saat ini adalah kabut asap yang membuat jarak pandang sangat terbatas. Kami sangat berharap Pemda dapat memfasilitasi bantuan alat navigasi GPS agar kami bisa melaut dengan lebih aman dan terarah,” ujar Hardiyansyah, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, bantuan perangkat navigasi akan membantu nelayan menentukan posisi di laut sekaligus mengurangi risiko tersesat ketika menghadapi kondisi perairan dengan jarak pandang terbatas.

Selain GPS, nelayan juga berharap adanya dukungan sarana keselamatan pelayaran lainnya agar aktivitas penangkapan ikan dapat berlangsung lebih aman. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut sehingga produktivitas perikanan berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan nelayan.(ksm)