Buka LATSARGAB PMR Wira 2026, Wabup Kasman Dorong 218 Pelajar Jadi Relawan Kemanusiaan
RadarTimur.id Tobelo — Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Utara (Halut), Kasman Hi. Ahmad, secara resmi membuka kegiatan Latihan Dasar Gabungan (LATSARGAB) Palang Merah Remaja (PMR) Wira tingkat Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Halut pada Kamis (5/11/2026), tersebut diikuti 218 siswa dan siswi dari berbagai sekolah. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Palang Merah Indonesia (PMI) Halut membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, kepedulian sosial, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
LATSARGAB PMR Wira tahun 2026 mengusung tema “Membangun Karakter Remaja Berjiwa Kemanusiaan, Disiplin, Peduli, Bertanggung Jawab, serta Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana.” Tema ini menekankan pentingnya pembinaan karakter dan peningkatan kapasitas pelajar agar mampu mengambil peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Wabup Kasman yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PMI Halut menegaskan, LATSARGAB bukan sekadar kegiatan organisasi, tetapi menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat kerelawanan sejak dini.
Menurutnya, PMR harus menjadi ruang pembentukan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial.
Dia meminta seluruh peserta mengikuti setiap materi dan tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh, kata Wabup Kasman, tidak boleh berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika terlibat dalam kegiatan sosial maupun menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap 218 peserta dapat menjadi pelopor nilai-nilai kemanusiaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Jadilah generasi muda yang tangguh, disiplin, peduli, dan selalu siap membantu sesama tanpa membedakan latar belakang,” pesannya.
Selain pembentukan karakter, Wabup Kasman juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Kondisi wilayah Halut dengan berbagai potensi ancaman bencana, menurutnya, menuntut generasi muda memiliki pengetahuan dasar dalam mengenali risiko, memahami prosedur keselamatan, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Melalui pelatihan ini, pelajar diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat.
Keterlibatan 218 pelajar dari berbagai sekolah juga diharapkan memperluas jaringan kader muda kemanusiaan di Halut. Dengan pembinaan berkelanjutan, anggota PMR dapat mengembangkan sikap sukarela, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama dalam situasi yang membutuhkan pertolongan. Mereka juga diharapkan menjadi duta kemanusiaan serta pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing.
Melalui LATSARGAB PMR Wira 2026, PMI Halut menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, karakter kuat, serta komitmen untuk membantu sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia sejak usia sekolah agar nilai-nilai kepalangmerahan dan semangat kemanusiaan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.(val)

