radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 13 Oktober 2026

Bakal Perluas Beasiswa, Dorong Tenaga Kerja Lokal Masuk Industri

RadarTimur.id, Sofifi — Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong perluasan beasiswa, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelatihan keterampilan untuk memperbesar peluang tenaga kerja lokal memasuki dunia industri di tengah pesatnya investasi di daerah.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Maluku Utara memperingati HUT ke-27 Maluku Utara, Senin (12/10/2026).

Sherly menegaskan, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat tidak tertinggal di tengah perkembangan industri dan hilirisasi.

“Anak-anak Maluku Utara harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan bersaing mendapatkan pekerjaan. Pertumbuhan industri harus membuka peluang bagi tenaga kerja lokal,” ujar Sherly dalam pidatonya.

Pada 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, pemerintah mengintegrasikan layanan SMA, SMK, dan SLB sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan pendidikan. Pemprov juga berencana memperluas program beasiswa yang sebelumnya memiliki kuota sekitar 1.000 penerima, dengan peningkatan kuota yang direncanakan pada 2027.

Kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, dan Universitas Gadjah Mada, turut didorong melalui jalur afirmasi maupun kuota khusus bagi mahasiswa asal Maluku Utara. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran pendidikan SMA sebesar Rp92 miliar pada tahun sebelumnya dan Rp51 miliar pada tahun berjalan untuk mendukung revitalisasi sarana pendidikan.

Selain pendidikan formal, Pemprov mendorong kehadiran Politeknik Ketenagakerjaan di Maluku Utara untuk menyiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan memperkuat keterhubungan antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan perusahaan yang beroperasi di daerah.

Penguatan sumber daya manusia juga diarahkan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha kecil. Program yang dipaparkan mencakup penyediaan bibit kelapa untuk lahan seluas 15.000 hektare serta pembukaan 3.000 hektare lahan baru. Di sektor perikanan, Bank BRI disebut mendukung fasilitasi 1.000 KUR bagi nelayan, termasuk bantuan mesin berkapasitas 15 dan 20 PK.

Berbagai program tersebut membutuhkan pelaksanaan yang konsisten agar tidak berhenti pada perencanaan. Pemerintah perlu memastikan beasiswa menjangkau penerima yang tepat, pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja, dan tenaga kerja lokal memperoleh akses yang lebih luas terhadap kesempatan kerja di industri. Dengan demikian, investasi di Maluku Utara dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat.(ard)