radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 13 Oktober 2026

Ternate Diselimuti Asap, Sekolah Dilibur hingga 15 Oktober

RadarTimur.id, Ternate — Pemerintah Kota Ternate meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah mulai Selasa hingga Kamis (13–15/10/2026) untuk mengantisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat.

Kebijakan yang diambil atas arahan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman itu menyusul hasil evaluasi penanganan karhutla yang menunjukkan kualitas udara di sejumlah permukiman masih berada di atas kondisi normal. Pemkot meminta siswa tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan selama masa libur.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan keputusan meliburkan sekolah menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari paparan asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Rizal menyampaikan hal tersebut setelah rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Tanggap Darurat, Senin (12/10/2026). Rapat tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, TNI-Polri, Basarnas, serta pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 70 persen area kebakaran di TPA Buku Deru-Deru telah berhasil dikendalikan. Namun, 30 persen sisanya masih mengeluarkan asap karena diduga terdapat titik api di bawah timbunan sampah.

“Dari hasil presentasi tadi, melalui beberapa metode yang dilakukan tim tanggap darurat untuk penanganan TPA Buku Deru-Deru, kurang lebih 70 persen area terbakar sudah bisa dikendalikan,” kata Rizal.

Untuk memadamkan sisa titik api, tim gabungan masih menggunakan alat berat guna mengurai timbunan sampah, penyemprotan air bertekanan tinggi menggunakan water cannon, serta penutupan dengan tanah. Pemkot juga menyiapkan busa khusus atau foam dari Dinas Pemadam Kebakaran yang akan dialirkan melalui pipa ke titik yang masih mengeluarkan asap, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan air.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, mengimbau masyarakat mewaspadai dampak paparan asap, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma dan gangguan pernapasan. Petugas puskesmas telah dikerahkan ke sejumlah wilayah, termasuk lingkungan sekolah, untuk membagikan masker.

Sebanyak 10 ribu masker yang diterima dari pusat krisis kesehatan akan didistribusikan melalui jaringan pelayanan kesehatan di Kota Ternate. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat harus keluar, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau gejala gangguan pernapasan lainnya.

Sementara itu, masa tanggap darurat karhutla dijadwalkan berakhir pada Jumat (16/10/2026). Pemkot Ternate akan mengevaluasi kondisi lapangan pada Kamis (15/10/2026) untuk menentukan apakah masa tanggap darurat perlu diperpanjang selama tujuh hari, terutama jika masih terdapat titik api yang membutuhkan penanganan lanjutan.(ard)