Reses di Daeo Majiko, Naswin Rowo Tampung Aspirasi Nelayan hingga Perangkat Desa
RadarTimur.id, Morotai — Anggota Komisi III sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, menyerap berbagai aspirasi masyarakat Desa Daeo Majiko dalam agenda Reses Masa Sidang III, Sabtu (17/10/2026). Sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari kebutuhan sarana pendidikan, kepastian pembayaran gaji perangkat desa, pembangunan jalan tani, hingga fasilitas penunjang keselamatan nelayan.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di tingkat desa. Warga berharap berbagai usulan yang disampaikan dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif dan diakomodasi dalam program pembangunan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
Di sektor pendidikan, masyarakat mengusulkan percepatan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kedua fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang pendidikan dasar, pembentukan karakter, serta pembinaan keagamaan anak-anak sejak dini.
Selain pendidikan, warga turut menyuarakan persoalan kesejahteraan aparatur desa, khususnya kepastian pembayaran gaji perangkat desa yang telah dialokasikan pada Desember 2025. Masyarakat berharap pemerintah daerah memberikan kejelasan terkait realisasi pembayaran tersebut agar hak perangkat desa dapat dipenuhi.
Pada sektor pertanian, warga meminta percepatan realisasi program jalan tani untuk alokasi tahun 2025. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memudahkan akses menuju lahan pertanian, memperlancar pengangkutan hasil produksi, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Aspirasi juga banyak disampaikan dari sektor kelautan dan perikanan. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, nelayan Desa Daeo Majiko membutuhkan dukungan sarana yang memadai untuk menunjang keselamatan dan produktivitas saat melaut.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah bantuan perangkat Global Positioning System (GPS) bagi nelayan. Perangkat tersebut diharapkan membantu nelayan menentukan posisi dan arah saat berada di laut sehingga aktivitas penangkapan ikan dapat berlangsung lebih efektif.
Warga juga meminta penyediaan lokasi pendaratan perahu yang aman, terutama ketika memasuki musim gelombang tinggi. Fasilitas ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan perahu sekaligus memberikan perlindungan bagi nelayan saat kembali dari melaut.
Selain kebutuhan sarana dasar, masyarakat mengusulkan pengembangan kawasan kampung nelayan terpadu. Program tersebut diharapkan dapat mendorong penataan permukiman pesisir sekaligus memperkuat dukungan infrastruktur dan fasilitas ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan.
Persoalan sosial dan lingkungan turut menjadi perhatian dalam reses tersebut. Warga meminta pembenahan data desil kesejahteraan sosial, termasuk data yang berkaitan dengan P3KE dan DTKS, agar penyaluran bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di bidang lingkungan, masyarakat menyoroti kebutuhan fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS). Ketersediaan sarana tersebut dinilai mendesak untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata, menjaga kebersihan lingkungan, serta mencegah dampak buruk terhadap kesehatan dan kawasan pesisir.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Naswin Rowo menyatakan akan mencatat dan mengawal usulan masyarakat Desa Daeo Majiko melalui mekanisme pembahasan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.
Naswin menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat mencakup kebutuhan mendasar yang perlu mendapat perhatian, mulai dari pendidikan, kesejahteraan aparatur desa, akses pertanian, hingga dukungan terhadap aktivitas nelayan.
“Seluruh masukan dan keluhan warga Daeo Majiko telah kami catat secara cermat. Baik sektor pendidikan, kesejahteraan aparatur, hingga sarana nelayan akan menjadi prioritas perjuangan kami di lembaga legislatif agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan daerah,” tegas Naswin.
Dia berharap aspirasi tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui reses Masa Sidang III ini, warga Desa Daeo Majiko berharap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi tidak berhenti sebagai catatan aspirasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata yang mendukung kesejahteraan masyarakat desa, khususnya nelayan dan kelompok warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.

