radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Halut Minta BPBD Terbitkan Peringatan Dini Longsor Jelang Musim Hujan

RadarTimur.id, Tobelo — Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara segera menerbitkan edaran peringatan dini kepada para pengemudi dan pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi tanah longsor menjelang musim hujan pada Desember mendatang.

Instruksi tersebut disampaikan Piet dalam pertemuan di Ruang FTJ Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (19/10/2026). Dia meminta kewaspadaan ditingkatkan, terutama bagi pengemudi yang melintasi Kota Tobelo dan wilayah sekitarnya.

“BPBD segera membuat edaran dan memperingatkan para sopir, terutama yang melintas dari Tobelo dan sekitarnya, agar berhati-hati saat mengemudi pada musim hujan,” ujarnya.

Menurut Bupati, tebing-tebing di sepanjang bahu jalan yang kondisinya gundul berpotensi mengalami longsor ketika diguyur hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan pengendara, terutama jika material tanah dan bebatuan menutup badan jalan.

“Tebing-tebing di pinggir jalan yang gundul memiliki potensi longsor yang tinggi jika diguyur hujan deras,” tegasnya.

Selain meminta penerbitan edaran, Bupati Piet menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Langkah ini diperlukan agar pemerintah daerah dan instansi terkait dapat merespons keadaan darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Koordinasi tersebut melibatkan BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta instansi teknis terkait. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mendukung upaya mitigasi, penanganan darurat, hingga pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi bencana.

“Koordinasi lintas sektor bersama aparat, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan instansi terkait harus terus diperkuat agar penanganan darurat berjalan lancar,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap instruksi tersebut segera ditindaklanjuti melalui penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat, khususnya para pengemudi yang rutin melintasi jalur rawan. Identifikasi titik-titik berisiko juga perlu dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi potensi korban jiwa dan kerugian material.(val)