radartimur.id

Dari Informasi ke Transformasi

Rabu, 21 Oktober 2026

Pemkab Halut Gandeng IDI Optimalkan Pemeriksaan Kesehatan Berkala ASN

RadarTimur.id, Tobelo — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Halmahera Utara untuk mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan berkala bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, bersama Ketua IDI Cabang Halmahera Utara, dr. Irvandy Raphael Lantemona, di Ruang Meeting Fredy Tjandua (FTJ) Lantai II, Kantor Bupati Halut, Senin (19/10/2026).

PKS tersebut tercatat dengan Nomor 400.14.5.1/1003 dan Nomor 050/0101-3103/A/09/2026. Penandatanganan turut disaksikan unsur asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pengurus IDI Cabang Halmahera Utara.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Halut dan IDI berupaya memperkuat pelayanan pemeriksaan kesehatan ASN agar dilaksanakan secara berkala, terencana, dan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga dapat ditindaklanjuti melalui penanganan medis yang tepat.

Bupati Halut, Piet Hein Babua, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh sekadar berorientasi pada pemenuhan persyaratan administrasi. Menurutnya, setiap program harus memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan pihak yang menerima pelayanan.

“Pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi. Kita harus memastikan bahwa pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan, dilakukan secara terencana, dan menjangkau mereka yang membutuhkan,” tegasnya, Senin (19/10/2026).

Bupati Piet juga meminta agar pelaksanaan kerja sama didukung koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah dan IDI. Pembagian tugas serta tanggung jawab masing-masing pihak perlu diperjelas untuk mencegah miskomunikasi dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Selain koordinasi, evaluasi berkala diperlukan untuk menilai pelaksanaan program sekaligus memastikan pelayanan pemeriksaan kesehatan memberikan manfaat bagi ASN. Keselarasan antara tugas struktural dan tanggung jawab fungsional juga menjadi perhatian agar seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara sinergis.

Bupati turut mendorong pola pelayanan kesehatan yang lebih proaktif. Pelayanan, kata dia, diharapkan tidak hanya menunggu masyarakat atau aparatur datang untuk memperoleh layanan, tetapi juga mampu menjangkau kelompok yang membutuhkan dan belum terlayani secara optimal.

Pemantauan kesehatan ASN dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui pemeriksaan berkala, kondisi kesehatan aparatur diharapkan dapat diketahui lebih dini sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.(val)