Evaluasi KBC dan GALATAMA, PW LP Ma’arif NU Malut Siapkan Pelatihan Guru Setiap Tiga Bulan
RadarTimur.id Ternate — Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PW LP Ma’arif NU) Provinsi Maluku Utara mengevaluasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Program GALATAMA di lingkungan madrasah binaannya.
Evaluasi yang berlangsung di Kota Ternate, Sabtu (7/11/2026), menjadi momentum memperkuat pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Ketua PW LP Ma’arif NU Maluku Utara, KH Jisman Majid, meminta seluruh guru di madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU agar terus memperbarui informasi dan pengetahuan. Harapannya agar para pendidik mampu meningkatkan kompetensi serta mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
“Untuk mewujudkan tujuan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Program GALATAMA, seluruh guru di madrasah Ma’arif harus selalu meng-update informasi dan pengetahuan. Dengan begitu, kompetensi guru terus meningkat dan pelaksanaan program pendidikan dapat berjalan sesuai tujuan,” ujar KH Jisman.
Selain peningkatan kompetensi, KH Jisman juga mengingatkan para guru agar menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.
“Kita juga harus selalu menjaga kekompakan antarsesama guru. Kebersamaan dan kerja sama menjadi hal penting karena keberhasilan program pendidikan membutuhkan komitmen seluruh pendidik,” katanya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, PW LP Ma’arif NU Maluku Utara akan melakukan pembinaan melalui pelatihan bagi para pendidik di madrasah-madrasah Ma’arif. Kegiatan tersebut direncanakan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“PW LP Ma’arif NU Maluku Utara akan melakukan pembinaan berupa pelatihan kepada para pendidik di madrasah-madrasah Ma’arif setiap tiga bulan sekali. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi guru,” jelasnya.
Lanjut dia, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi perhatian karena pendekatan pendidikan ini tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik melalui nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama.
Sementara itu, Program GALATAMA menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. Melalui penguatan program tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan membaca, memahami informasi, mengembangkan wawasan, serta berpikir kritis.(red)

